Jumat, 06 April 2012

Cyanobacteria (Alga Biru)

Cyanobacteria (Alga Biru)

Alga biru (Ganggang Biru = Cyanobacteria) atau ganggang lendir, adalah satu satunya ganggang yang tergolong dalam kingdom monera Divisio Cyanophyta , ganggang ini bersel satu atau berbentuk benang dengan struktur tubuh yang masih sederhana dimana intinya masih prokaryotik , mempunyai pigmen biru-kehijauan, dan bersifat autotrof karena mempunyai klorofil sehingga mempunyai kemampuan untuk fotosintesis.
  • Dinding sel mengandung pektin, hemiselulosa, dan selulosa,
  • Dinding selnya berlendir
  • Pada bagian pinggir plasmanya terkandung zat warna klorofil-a
  • Mengandung pigmen fikosianin yang berwarna biru yang larut air

  • Di tengah-tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung asam deoksi-ribonukleat dan asam ribonukleat yang tidak dibungkus membran inti ( prokaryotik )
  • Dalam sel-sel yang telah tua tampak juga vakuola
  • Sebagai zat makanan cadangan ditemukan glikogen dan di samping itu juga terdapat protein berupa lipo-protein ( gabungan protein dan lemak) penyusun membran selnya
  • Ganggan biru umumnya tidak bergerak.jika terjadi gerakan kecil gerakan merayap yang meluncur pada alas yang basah. gerakan itu mungkin sekali karena adanya kontraksi tubuh dan dibantu dengan pembentukan lendir
  • Bentuknya bervariasi ada yang berbentuk benang dapat
  • Perkembangbiakan selalu vegetatif dengan membelah, pembiakan secara seksual belum pernah ditemukan

Klasifikasi



Ganggang Biru dibedakan dalam 3 bangsa.

1. Bangsa Chroococcales.
Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauanUmumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan, sel-sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi, dan dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok atau koloni.
Chroococcus turgidus
Gloeocapsa sanguinea

2. Bangsa Chamaesiphonales
Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai spora. Benang-benang itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat merayap dan merupakan koloni baru.Spora terbentuk dari isi sel (endospora). Setelah keluar dari sel induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru. Untuk menghadapi kala yang buruk dapat membentuk sel-sel awetan dengan menambah zat makanan cadangan serta mempertebal dan memperbesar dinding sel 
3. Bangsa Nostocales
  • Sel-selnya merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu membran.
  • Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu.
  • Benang benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.
  • Contoh : Oscillatoria , Rivularia , Anabaena, Spirulina
  1. Oscillatoria,
  • hidup dalam air atau di atas tanah yang basah,
  • sel¬selnya bulat, merupakan benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir.
  • Pada jarak-jarak tertentu pada benang¬benang itu terdapat sel-sel yang dindingnya tebal,
  • kehilangan zat¬zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterosista.
  • Heterosista ini dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi benang baru, tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas mati.
  • Contoh Oscillatoria limosa; Oscillatoria princeps.

2. Rivularia
3. Nostoc

4, Anabaena azollae / Anabaena cycadae. Anabaena
  • Nostoc, dapat menambat N dari udara, seringkali bersimbiosis dengan Fungai membentuk Lichenes.
  • Anabaena, juga menambat N dari udara dan dapat bersimbiosis dengan tanaman
  • Anaabaena cycadae bersimbiotic dengan pakis haji (Cycas rumphii)
  • Anabaena azollae bersimbiotic dengan paku air Azolla pinata (dalam daunnya) yang hidup di sawah-sawah dan di rawa rawa.
  • dalam bersimbiotic anabaena berada dalam akar-akarnya yang disebut akar-akar bunga karang mengikat nitrogen untuk tumbuhannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar